3.Lia
Perempuan yang satu ini adalah saudara dari istri sahabat saya. Dibalik kecantikannya, dia adalah seorang wanita yang amat penyayang, sedikit agak cuek dan juga sedikit agak tertutup. Banyak kisah yang kita gali bersama selama beberapa bulan.
Pernah suatu hari kita sempat hampir balikan. Tapi mungkin ini jalan Tuhan yang belum mengizinkan kita untuk terus bersama.
                Pertama berkenalan, saya sedikit agak minder melihat wanita berkulit putih ini.  Entah kenapa saat itu aku juga sedikit memikirkan perasaan sahabatku, rasanya tau mau suatu saat saya mengecewakannya. Namun akhirnya saya memberanikan diri berusaha menjadi yang terbaik menjadi pacar wanita berdarah Aceh ini.
Banyak cerita indah saat bersamanya.
Meskipun kini sudah tak bersama, hubungan kita pun sampai saat ini masih bisa terjaga sebagai seorang teman yang sudah saling mengenal lama.


4. Sarie Ryrie    Perempuan berdarah Nias dan Batak ini salah satu perempuan yang paling lama mengisi kisah perjalan cinta saya. Hampir dua Tahun bersama sama, namun akhirnya hubungan kita berakhir. Perempuan kelahiran 14 januari ini pernah membuat saya jatuh cinta saat ia masih mempunyai seorang kekasih.
  Namun dengan kesabaran saya saat itu, penantian panjang untuk menjadi kekasihnya pun tercapai. Wanita yang sholehah, baik, rajin, dan anak yg sangat berbakti pada orang tua. Mungkin hampir sempurna di mata ku. Walaupun semua manusia itu tak ada yang sempurna.
   Dengan sifat yang ia miliki, hampir semuanya saya begitu menyukainya, Hingga suatu saat kita pernah berkomitmen akan menikah jika kita sudah menginjak pacaran selama dua tahun. Dengan keyakinan padanya saat itu, keluarga ku hampir tahu semua kalo dia adalah calon istriku kelak. Tapi Tuhan berkehendak lain pada kita. Terlalu banyak cerita jika saya tuliskan. Terlalu banyak kenangan yang sudah kita lalui, senang, sedih, pahit, manis selalu mewarnai perjalan kita.
Semua itu saya ambil sebagai sebuah perjalanan hidup yang akan selalu saya jadikan sebuah pelajaran paling berharga. Pelajaran dimana saya tidak akan pernah mendapatkannya dibangku sekolah dulu. Pelajaran yang akan selalu menjadi sebuah kaca untuk perjalanan menatap masa depan.

Selanjutnya...